๐ฃ *Ustadz Mukran Usman Hafidzahullah,Lc.MHi*
⏰ *Ahad, 1 Desember 2019*
๐ *Masjid Al Ikhlas Jln Seroja Pinrang*
•๏บِ๏บดْ๏ปขِ ๏บ๏ป๏ป ๏ปชِ ๏บ๏ป๏บฎَّ๏บฃْ๏ปค๏ปฆِ ๏บ๏ป๏บฎَّ๏บฃِ๏ปด๏ปขِ•
๐ *Tahsin Surat As Saaf 1-14*
Kepada ikhwan-akhwat mari kita bersyukur kepada Allah, masih memberi semangat kepada kita dalam merapatkan barisan-barisan perjuangan untuk turut andil dalam membela agama Allah.
Dalam kesempatan targab kali ini kita akan membahas Tadabbur ayat surah As Saff
๐ท *Pelajaran Pertama dari Surah As Saff*
ุณَุจَّุญَ ِِّٰููู ู َุง ِูู ุงูุณَّู ٰٰูุชِ َูู َุง ِูู ุงْูุงَุฑْุถِۚ ََُููู ุงْูุนَุฒِْูุฒُ ุงْูุญَِْููู ُ
"Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
[QS. As-Saff: Ayat 1]
Pelajaran penting dari ayat ini Seorang kader harus memperbanyak memuji dan mengagungkan allah, sehingga setiap kader diharap selalu menjaga dzikir pagi, petang dan lainnya.
Dzikir bagi pejuang dakwah adalah penguat hati bagi mereka.
๐ท *Pelajaran Kedua "Seorang kader harus memiliki kesamaan kata dan perbuatan"*
Tidak disangsikan lagi bahwa adanya perbedaan antara kata dan realita adalah salah satu hal yang sangat berbahaya. Itulah sebab datangnya murka Allah sebagaimana firman-Nya surat Shaff ayat 2 dan 3.
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ِูู َ ุชََُُููููู ู َุง ูุง ุชَْูุนََُููู . َูุจُุฑَ ู َْูุชًุง ุนِْูุฏَ ุงَِّููู ุฃَْู ุชَُُููููุง ู َุง ูุง ุชَْูุนََُููู
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)
Allah juga mencela perilaku Bani Israil dengan firman-Nya,
ุฃَุชَุฃْู ُุฑَُูู ุงَّููุงุณَ ุจِุงْูุจِุฑِّ َูุชَْูุณََْูู ุฃَُْููุณَُูู ْ َูุฃَْูุชُู ْ ุชَุชَُْููู ุงِْููุชَุงุจَ ุฃََููุง ุชَุนَُِْูููู
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44)
๐ท *Pelajaran ketiga "Menjaga Barisan dalam perjuangan"*
ุงَِّู ุงَّٰููู ُูุญِุจُّ ุงَّูุฐَِْูู َُููุงุชَُِْููู ِْูู ุณَุจِِْูููٖ ุตًَّูุง َูุงََُّููู ْ ุจَُْููุงٌู ู َّุฑْุตُْูุตٌ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."
[QS. As-Saff: Ayat 4]
*Sehingga ulama kita mengajarkan kekuatan perjuangan dilandasi dengan 3 Pokok yang perlu dikuatkan*
- Aqidah yang satu
- Ukhuwah yang satu
- Manhaj yang satu
๐ท *Pelajaran Keempat "Mengambil ibrah dari kisah kisah rasul terdahulu"*
๐ *Pelajaran dari kisah Nabi Musa*
َูุงِุฐْ َูุงَู ู ُْูุณٰู َِْูููู ِูٖ َْٰูููู ِ ِูู َ ุชُุคْุฐَُِْْูููู ََููุฏ ุชَّุนَْูู َُْูู ุงَِّْูู ุฑَุณُُْูู ุงِّٰููู ุงَُِْูููู ْؕ ََููู َّุง ุฒَุงุบُْูุۤง ุงَุฒَุงุบَ ุงُّٰููู ُُْูููุจَُูู ْؕ َูุงُّٰููู َูุง َْููุฏِู ุงَْْูููู َ ุงْٰููุณَِِْููู
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."
[QS. As-Saff: Ayat 5]
Bahwa Musa pernah berkata kepada kaumnya, yang disitir oleh firman-Nya:
{ِูู َ ุชُุคْุฐَُِูููู ََููุฏْ ุชَุนَْูู َُูู ุฃَِّูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุฅَُِْูููู ْ}
mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu? (Ash-Shaff: 5)
Maksudnya, mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu mengetahui kejujuranku dalam menyampaikan risalah Allah kepadamu.
Dalam hal ini terkandung hiburan bagi Rasulullah Saw. dalam menanggung apa yang ditimpakan oleh kaum kuffar terhadap dirinya, dari kalangan kaumnya dan kaum kuffar lainnya. Sekaligus mengandung perintah untuk bersabar dalam menghadapinya. Karena itulah beliau Saw. dalam salah satu sabdanya mengatakan:
"ุฑَุญْู َุฉُ ุงَِّููู ุนََูู ู ُูุณَู: ََููุฏْ ุฃُูุฐَِู ุจِุฃَْูุซَุฑَ ู ِْู َูุฐَุง َูุตَุจَุฑَ"
Semoga Allah merahmati Musa, sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia tetap bersabar.
Dalam ayat ini terkandung pula makna larangan bagi kaum mukmin menyakiti Nabi dan Pewaris para nabi.
Para murobbi diharapkan selalu mentazkiyah hati para kader guna mereka tetap semangat dan istiqomah dalam perjuangan.
Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฃَูุงَ َูุฅَِّู ِูู ุงْูุฌَุณَุฏِ ู ُุถْุบَุฉً ุฅِุฐَุง ุตََูุญَุชْ ุตََูุญَ ุงْูุฌَุณَุฏُ ُُُّููู ، َูุฅِุฐَุง َูุณَุฏَุชْ َูุณَุฏَ ุงْูุฌَุณَุฏُ ُُُّููู . ุฃَูุงَ ََِููู ุงَْْูููุจُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
๐ *Pelajaran dari kisah Nabi Isa*
َูุงِุฐْ َูุงَู ุนِْูุณَู ุงุจُْู ู َุฑَْูู َ ٰูุจَِْููۤ ุงِุณْุฑَุงุٓกَِْูู ุงِِّْูู ุฑَุณُُْูู ุงِّٰููู ุงَُِْูููู ْ ู ُّุตَุฏًِّูุง ِّูู َุง ุจََْูู َูุฏََّู ู َِู ุงูุชَّْูุฑٰูฎุฉِ َูู ُุจَุดِّุฑًุۢง ุจِุฑَุณٍُْูู َّูุงْุชِْู ู ِْูۢ ุจَุนْุฏِู ุงุณْู ُูٗۤ ุงَุญْู َุฏُؕ ََููู َّุง ุฌَุงุٓกَُูู ْ ุจِุงْูุจَِّٰููุชِ َูุงُْููุง ٰูุฐَุง ุณِุญْุฑٌ ู ُّุจٌِْูู
"Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata"."
[QS. As-Saff: Ayat 6]
Yakni kitab Taurat telah menyampaikan berita gembira kedatanganku, dan akulah orangnya yang diberitakan oleh Taurat itu, dan aku menyampaikan berita gembira akan kedatangan rasul yang sesudahku, dia adalah Rasul yang Ummy Arabiy Makki bernama Ahmad alias Muhammad. Isa a.s. adalah penutup nabi-nabi Bani Israil, dia berada di tengah-tengah kaum Bani Israil menyampaikan berita gembira akan kedatangan Muhammad, yaitu Ahmad sebagai penutup para nabi dan para rasul. Tiada rasul dan nabi lagi sesudahnya, namun kita lihat banyak yg menolaknya.
*Doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh para da'i ketika berdakwah*
ุฑَุจِّ ุงุดْุฑَุญْ ِูู ุตَุฏْุฑِู ََููุณِّุฑْ ِูู ุฃَู ْุฑِู َูุงุญُْْูู ุนُْูุฏَุฉً ู ِْู ِูุณَุงِูู ََُْูููููุง َِْูููู
Artinya:”Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka bisa mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25)
๐ท *Pelajaran Kelima "Musuh musuh islam takkan berhenti memadamkan cahaya islam"*
ُูุฑِْูุฏَُْูู ُِููุทُِْْูููููุٔง ُْููุฑَ ุงِّٰููู ุจِุงَ َْููุงِِููู ْ َูุงُّٰููู ู ُุชِู ُّ ُْููุฑِูٖ ََْููู َูุฑَِู ุงِْٰูููุฑَُْูู
"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya"."
[QS. As-Saff: Ayat 8]
Sudah saatnya kita mengingat kembali berita Al-Qur’an, yang menyatakan bahwa orang-orang kafir ingin memadamkan cahaya Allah, dengan mulut-mulut mereka. Tetapi Allah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya walaupun mereka tidak suka.
Sehingga para kader diharapkan turut andil dalam membela agama Allah dari musuh musuh islam yang ingin memadamkan cahayanya.
๐ท *Pelajaran Keenam "Perdagangan yang tidak merugi dan menyelamatkan"*
ٰูุۤงََُّููุง ุงَّูุฐَِْูู ุงٰู َُْููุง َْูู ุงَุฏُُُّููู ْ ุนَٰูู ุชِุฌَุงุฑَุฉٍ ุชُْูุฌُِْููู ْ ู ِّْู ุนَุฐَุงุจٍ ุงَِْููู ٍ
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?"
[QS. As-Saff: Ayat 10]
Kemudian perniagaan yang besar lagi tidak akan mengalami kerugian dan dapat menghantarkan untuk meraih tujuan dan melenyapkan semua halangan ditafsirkan oleh firman Allah Swt. berikutnya:
{ุชُุคْู َُِููู ุจِุงَِّููู َูุฑَุณُِِููู َูุชُุฌَุงِูุฏَُูู ِูู ุณَุจِِูู ุงَِّููู ุจِุฃَู َْูุงُِููู ْ َูุฃَُْููุณُِูู ْ ุฐَُِููู ْ ุฎَْูุฑٌ َُููู ْ ุฅِْู ُْููุชُู ْ ุชَุนَْูู َُูู}
(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. (Ash-Shaff: 11)
Yakni lebih baik bagimu daripada perniagaan dunia, bersusah payah untuknya dan menyibukkan diri hanya dengan perniagaan dunia semata. Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:
{َูุบِْูุฑْ َُููู ْ ุฐُُููุจَُูู ْ}
niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu. (Ash-Shaff: 12)
Jika kamu mengerjakan apa yang Kuperintahkan kepadamu dan apa yang telah Kutunjukkan kepadamu, niscaya Aku akan mengampuni semua kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang penuh dengan tempat-tempat tinggal yang baik-baik serta derajat-derajat yang tinggi. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:
{َُููุฏْุฎُِْููู ْ ุฌََّูุงุชٍ ุชَุฌْุฑِู ู ِْู ุชَุญْุชَِูุง ุงูุฃَْููุงุฑُ َูู َุณَุงَِูู ุทَِّูุจَุฉً ِูู ุฌََّูุงุชِ ุนَุฏٍْู ุฐََِูู ุงَْْูููุฒُ ุงْูุนَุธِูู ُ}
dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan(memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.(Ash-Shaff: 12)
Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:
{َูุฃُุฎْุฑَู ุชُุญِุจََُّูููุง}
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai.(Ash-Shaff: 13)
Maksudnya, dan Aku tambahkan kepada kalian selain dari itu hal yang kamu sukai, yaitu:
{َูุตْุฑٌ ู َِู ุงَِّููู ََููุชْุญٌ َูุฑِูุจٌ}
pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat(waktunya). (Ash-Shaff: 13)
Yaitu apabila kamu berperang di jalan Allah dan menolong agama-Nya, maka Allah akan menjamin menolongmu dan menjadikanmu menang. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ุฅِْู ุชَْูุตُุฑُูุง ุงََّููู َْููุตُุฑُْูู ْ َُููุซَุจِّุชْ ุฃَْูุฏَุงู َُูู ْ}
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong(agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7)
๐ท *Pelajaran Ketujuh "Jadilah Penolong Agama Allah*
{َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ُُููููุง ุฃَْูุตَุงุฑَ ุงَِّููู َูู َุง َูุงَู ุนِูุณَู ุงุจُْู ู َุฑَْูู َ ِْููุญََูุงุฑَِِّููู ู َْู ุฃَْูุตَุงุฑِู ุฅَِูู ุงَِّููู َูุงَู ุงْูุญََูุงุฑَُِّููู َูุญُْู ุฃَْูุตَุงุฑُ ุงَِّููู َูุขู ََูุชْ ุทَุงุฆَِูุฉٌ ู ِْู ุจَِูู ุฅِุณْุฑَุงุฆَِูู َََูููุฑَุชْ ุทَุงุฆَِูุฉٌ َูุฃََّูุฏَْูุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ุนََูู ุนَุฏُِِّููู ْ َูุฃَุตْุจَุญُูุง ุธَุงِูุฑَِูู (14) }
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama)Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, 'Kamilah penolong-penolong agama Allah, " lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan(yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.
Allah Swt. berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa hendaklah mereka menjadi penolong-penolong agama Allah dalam semua keadaan mereka dengan lisan, perbuatan, serta dengan mengurbankan jiwa dan harta benda mereka. Dan hendaklah mereka memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana kaum Hawariyyin memenuhi seruan Isa ketika ia berkata:
{ู َْู ุฃَْูุตَุงุฑِู ุฅَِูู ุงَِّููู}
Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku(untuk menegakkan agama) Allah? (Ash-Shaff: 14)
Yakni siapakah yang akan menolongku dalam menyampaikan seruan untuk menyembah Allah Swt.?
{َูุงَู ุงْูุญََูุงุฑَُِّููู َูุญُْู ุฃَْูุตَุงุฑُ ุงَِّููู}
Pengikut-pengikut yang setia itu menjawab, "Kamilah penolong penolong agama Allah, " (Ash-Shaff: 14)
Para Ikhwa dan Akhwat, ketahuilah bahwa siapa yang tidak tahu berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik padanya, maka ia sulit pula bersyukur pada Allah. Dan Allah tidaklah menerima syukur seorang hamba, sampai ia tahu berterima kasih pada orang lain.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ูุงَ َูุดُْูุฑُ ุงََّููู ู َْู ูุงَ َูุดُْูุฑُ ุงَّููุงุณَ
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud)
Pelajaran penting dari hadist ini
1- Siapa yang biasa tidak tahu terima kasih pada manusia yang telah berbuat baik padanya, maka ia juga amat sulit bersyukur pada Allah.
2- Allah tidaklah menerima syukur hamba sampai ia berbuat ihsan (baik) dengan berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik padanya.
3- Pemberi nikmat hakiki adalah Allah dan manusia yang berbuat baik adalah sebagai perantara dalam sampainya kebaikan (Hidayah).
Jadilah manusia yang pandai berterima kasih, lebih-lebih pada orang tua, guru dan setiap yang telah memberikan berbagai kebaikan tersampainya hidayah pada kita.
Semoga Allah memberi taufik pada kita supaya tetap istiqomah, semangat dalam perjuangan ini.
๐ *Abu Uwais*
